Teams warta bengkel cargo lift Info

iklan

Polrestabes Surabaya: Pertunjukan Seni Balai Pemuda Tidak Berijin (Pemkot Surabaya Minta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat)


Polrestabes Surabaya: Pertunjukan Seni Balai Pemuda Tidak Berijin (Pemkot Surabaya Minta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat)

News Bengkel Cargo Lift  - Saat ini Kota Surabaya telah resmi memiliki Alun - Alun seperti Kabupaten/Kota lainnya. Meskipun tidak terdapat pohon beringin besar, seperti halnya alun-alun pada umunya, namun Alun-Alun Surabaya ini memiliki ciri khas berupa air mancur kabut. Air mancur jenis kabut ini adalah satu-satunya yang ada di Kota Surabaya. Jadi meskipun disebut sebagai Alun-Alun namun semuanya tertutup oleh lantai keramik, bukan beralaskan rumput. Bisa di bilang ini menjadi alun-alun termodern yang pernah ada.

Setelah resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Alun-Alun Surabaya langsung dibuka untuk umum. Untuk merayakan pembukaan Alun-Alun Surabaya ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menyusun pagelaran seni yang rencananya akan tampil Selama Tujuh Hari, Tujuh Malam.

Pertunjukan seni ini rupanya disambut sangat antusias oleh warga Kota Surabaya. Meskipun biasanya, saat libur panjang seperti saat ini , warga Kota Surabaya banyak yang berpergian keluar kota, namun masih banyak juga masyarakat yang hadir di Alun-Alun Surabaya tersebut. Atusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap pertunjukan seni ini memang di luar dugaan semua pihak. Selama dua hari pelaksanaannya, kondisi Alun-Alun Surabaya yang ada di kawasan Balai Pemuda ini sangat padat oleh lautan manusia. 

Banyaknya jumlah pengunjung yang sangat antusias terhadap pertunjukan seni ini rupanya menimbulkan permasalahan tersendiri bagi Pemkot Surabaya. Saking banyaknya masyarakat yang hadir di Alun-Alun Surabaya, maka protokol kesehatan berupa jaga jarak tidak bisa diterapkan secara maksimal. Hal ini tentunya sangat rawan terjadinya penyebaran Virus COVID-19 di lokasi tersebut.
Puncaknya terjadi pada hari kedua pelaksanaan dari Pertunjukan seni ini. Warga yang sangat antusias, terlihat memenuhi kawasan Alun-Alun Surabaya. Padahal kapasitas pengunjung yang diperbolehkan selama Pademi ini maksimal 200 orang. Namun yang datang ternyata lebih daripada itu. Sehingga para pengunjung yang tidak bisa masuk ke lokasi acara berkerumun ditrotoar luar Balai Pemuda.

Hal inilah yang akhirnya membuat Pemkot Surabaya berinisiatif untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan pertunjukan seni tersebut. Dan hasilnya pertunjukan seni ini akhirnya ditunda sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. 

"Jadi, kami mohon maaf, sebab warga sangat antusias namun masih banyak yang belum mendapatkan kesempatan untuk melihat alun-alun Surabaya secara langsung. Tapi kami pastikankan kemungkinan bisa diganti pada lain hari," terang Irvan Widyanto Kepala BPB Linmas Kota Surabaya.

Fakta lain yang terungkap dari pertunjukan seni ini adalah, ternyata Pemkot Surabaya belum mendapatkan ijin dari pihak Kepolisian untuk menggelar pertunjukan di luar ruangan, apalagi mengundang kerumunan dari banyak masyarakat.
AKBP Wimboko, selaku Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya menegakkan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk acara pertunjukan seni. Pihak Kepolisian juga tidak diajak berkoordinasi mengenai acara Pertinjukan Seni tersebut.

"Kalaupun mengajukan izin, pasti akan kami tolak, karena saat pandemi COVID-19 seperti saat ini , sangat rawan apabila mengundang kerumunan banyak orang," jelas AKBP Wimboko. (yyan)