Teams warta bengkel cargo lift Info

iklan

Merasa Salah Jurusan? Hindari 6 Hal Ini Saat Memilih Jurusan

Merasa Salah Jurusan? Hindari 6 Hal Ini Saat Memilih Jurusan
Menempuh pendidikan tinggi merupakan impian hampir seluruh siswa di Indonesia. Bahkan, siswa SMK yang diarahkan untuk bekerja pun sekitar separuhnya berkeinginan untuk melanjutkan ke universitas. Mereka berharap dapat menuntut ilmu lebih dalam untuk mendukung cita-cita mereka. Pemilihan program studi menjadi sangat penting karena dari kampus lah mereka mulai berkembang.

Fakta mencengangkan berdasarkan penelitian dari lembaga Indonesia Career Center Network (ICCN) pada tahun 2019 menyebutkan bahwa sebesar 87% mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan. Mereka mengaku bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat. Nah, melihat hal tersebut, bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, kamu wajib memperhatikan sekaligus menghindari 6 hal yang menjadi penyebab mahasiswa salah jurusan. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Ikut-ikutan Teman
Masa SMA yang terkenal dengan masa pencarian jati diri dapat memicu pergaulan dengan lebih banyak teman. Seringkali saat SMA juga terdapat geng-geng tertentu, bisa terbentuk karena hobi, tujuan, atau visi yang sama. Hal ini menandakan teman semasa SMA mempunyai pengaruh yang besar. Bahkan, masa SMA saja dianggap masa paling indah karena pertemanan yang begitu terkenang.

Namun, pengaruh teman ini tidak boleh dibawa kepada cita-cita masing-masing. Meskipun berteman baik, kamu tidak harus memilih jurusan yang sama dengan sahabatmu. Terkadang seseorang tidak mau berpisah, misalnya dengan gebetan, sehingga ia memutuskan mengambil jurusan yang sama.

Kondisi seperti ini tidak selamanya benar. Memang masih dapat ditoleransi jika pemilihan jurusan tersebut berdasarkan minat. Akan tetapi, kalau alasannya hanya karena ikut-ikutan teman, sebaiknya hindarilah. Cukup banyak kasus mahasiswa yang memilih jurusan karena ingin satu jurusan dengan teman mereka. Hingga saat kesadaran datang, ternyata berada di jurusan yang tidak sesuai minat, akan sangat menyebalkan.

Alasan ikut-ikutan teman bisa membuatmu salah jurusan. Usahakan saat sharing dengan teman, kamu bisa menyaring mana yang merupakan minat sebenarnya, bukan karena cerita teman yang sangat menarik tentang jurusan tersebut.

2. Passionku Apa Ya?
Berkaitan dengan masa SMA yang merupakan masa pencarian jati diri, ternyata banyak juga siswa SMA yang hingga lulus belum juga menemukan passionnya. Hal tersebut bisa disebabkan oleh karena mereka yang terlalu asyik bermain, hanya belajar tanpa mengikuti organisasi, ataupun kehidupan saat SMA hanya seperti air mengalir yang tanpa tujuan. 

Alasan tidak mengetahui passion bisa menjadi salah satu sebab mahasiswa salah jurusan. Dunia perkuliahan yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan diri justru terasa hampa karena tidak tahu passion yang dimiliki.

Untuk mengetahuinya, kamu bisa mencoba berbagai macam kegiatan, seperti bidang akademik tertentu, bidang seni, olahraga, ataupun bidang sosial. Dengan mencoba mengikuti kegiatan tersebut, kamu akan dapat memilih mana yang merupakan minat dan mana yang kurang kamu sukai. Sepakat?

3. Tujuan dan Cita-Cita Belum Jelas
Hey! Saat masuk kampus, di tempat itulah tujuan hidupmu dimulai. Seperti bayangan sebagian besar mahasiswa bahwa setelah lulus dari kampus mereka akan mendapatkan pekerjaan dan meraih sukses yang gemilang. Namun, nyatanya tak semulus yang dibayangkan. Persaingan semakin hari semakin berat, orang-orang semakin cerdas, banyak yang telah sadar untuk berkembang.

Setiap potensi yang ada bisa dikembangkan karena jeli melihat peluang. Sebisa mungkin kamu mengambil peluang sesuai tujuan hidupmu. Akan menjadi kondisi yang parah jika kamu belum tahu apa tujuan hidupmu. Saat orang lain telah berupaya menuju kehidupan yang mapan, justru kamu masih tahap mencari tujuan hidup.

Sebelum siap memasuki dunia kampus, kamu harus mengetahui apa-apa saja yang ingin kamu capai, selama di kampus dan setelah lulus dari sana. Pilihlah program studi yang mendukung perwujudan mimpimu. Misalnya kamu ingin berprofesi sebagai guru sekolah dasar, maka kamu dapat memilih jurusan di bidang pendidikan, seperti PGSD, pendidikan khusus, ataupun pendidikan BK.

Setiap program studi menjanjikan karir tertentu. Nah, prospek kerja seperti itu bisa kamu sesuaikan dengan tujuan hidupmu. Pasti ada profesi impianmu yang bisa diwujudkan dengan menjadi mahasiswa di program studi tertentu.

4. Pilihan Orang Tua
Di zaman sekarang masih ada kasus seorang anak yang harus mengikuti kemauan orang tuanya terkait dengan pilihan karier di masa depan. Pada dasarnya setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya, tak terkecuali. Sebagian besar dari mereka ingin anaknya memiliki jabatan, misalnya bekerja di instansi pemerintah, berprofesi sebagai dokter, polisi, tentara, dan lain sebagainya.

Baik-baik saja jika keinginan orang tua sesuai dengan minat sangat anak. Dalam kondisi tersebut justru malah menjadi dukungan penuh jalannya perkuliahan ke depan. Anak pun tetap nyaman mengikuti keinginan orang tua. Namun, jika yang terjadi sebaliknya, justru akan membuat tekanan psikologis pada anak yang merasa salah jurusan.

Bisa karena menuruti orang tua atau belum bisa bertoleransi dengan keadaan. Memang tidak ada salahnya mengikuti keinginan orang tua, tetapi kamu juga harus memberikan pemahaman tentang potensi dirimu sebenarnya. Jika perlu kamu memberi gambaran kehidupan 5 atau 10 tahun ke depan saat kamu mengambil jalan studi tertentu. Cara ini cukup membuat orang tua paham dan semoga mendapat titik tengah terbaik.

5. Alasan Gengsi
Persoalan jurusan favorit dengan jurusan kurang favorit masih marak di kalangan pelajar. Atau hal lain mengenai pilihan kampus favorit. Mereka yang mengutamakan gengsi bisa salah jurusan lho! Karena belum tentu gengsi jika tak mendapat jurusan atau kampus terbaik, akan membawa kehidupan kampus yang menyenangkan bagimu. Mengikuti gengsi bisa berakibat fatal kamu gagal menyesuaikan mata kuliah.

Berada di kampus favorit belum tentu menjadi jalan terbaik bagimu. Anggapan bahwa berkembang di kampus terbaik akan menjadikan para mahasiswa sukses ternyata tak selamanya benar. Sebab, yang lebih utama adalah kamu berkembang sesuai dengan program studi yang sejalan dengan passion dan tujuan hidupmu.

Ingatlah bahwa yang lebih penting adalah jurusan sesuai minatmu, bukan kampus terbaik, atau program studi keren, tetapi pilihlah yang paling sesuai denganmu. Masa kuliah cukup lama lho, sampai dengan 4 tahun. Jadi, pastikan kamu nyaman di kampus dengan jurusan yang tepat ya!

6. Tidak Mengetahui Seluk Beluk Jurusan
Dapat diakui bahwa ternyata sebagian siswa SMA belum memahami jurusan-jurusan yang ada di perkuliahan. Mereka mungkin hanya sekadar tahu namanya, tetapi tidak mengenal apa saja mata kuliahnya. Ekspektasi tentang jurusan tertentu yang di benakmu dirasa paling sesuai, seringkali dimakan dengan realita yang terjadi.

Untuk menghindari hal seperti ini, kamu wajib mencari informasi sedalam mungkin tentang jurusan yang akan kamu pilih. Bahkan, jika perlu carilah informasi kampusnya sekaligus. Karena meskipun sejumlah kampus memiliki prodi yang sama, tetapi terdapat perbedaan dalam hal mata kuliah. Kamu harus jeli melihat perbedaan ini, jangan sampai kurangnya informasi menjadikanmu salah jurusan.

Yakin sudah siap masuk kampus? Sudah mantap dengan pilihan jurusanmu? Pastikan pilih dengan benar dan sesuai passion, agar tidak merasa salah pilih jurusan. Salah jurusan bisa berakibat fatal kuliahmu tidak menyenangkan. Manfaatkan waktu kuliah untuk mengembangkan potensi dirimu. Selamat berproses.